Kesempurnaan dan kebijaksanaan Ilahi yang diberikan kepada manusia sebagai khalifah-Nya adalah untuk beribadah dalam ketaatan kepada-Nya sebagaimana alam semesta taat dan patuh terhadap hukum-Nya. Manusia diberi-Nya akal dan kebebasan untuk memilih dan bertindak, namun kebebasan memilih dan bertindak yang hanya didasarkan pada akal manusia yang terbatas bisa saja menjerumuskan manusia pada pilihan dan tindakan yang salah. Untuk itu Allah menetapkan hukum yang harus dipatuhi oleh alam semesta (makrokosmos) dan manusia (mikrokosmos).
Hukum Allah ini bersifat mutlak yang tak seorang pun mampu melawannya, baik disadari atau tidak, dipahami atau tidak, dirasa adil atau tidak hukum ini tetap bekerja siang malam mengatur keseimbangan kehidupan alam semesta (makrokosmos) dan manusia (mikrokosmos). Dan berbahagialah manusia yang memahami hukum mutlak Ilahi sehingga dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang sempurna.
Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip hukum mutlak Ilahi, maka Anda pasti sukses dan dapat mengatur kesuksesan seperti yang Anda inginkan setiap saat, karena kita hidup dalam sistem yang teratur yang bekerja sesuai dengan hukum yang jelas, spesifik, dan dapat diramalkan.
Inilah 12 Hukum Mutlak Ilahi tersebut :
1. HUKUM VIBRASI (GETARAN)
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan medan energi elektromagnetik yang bervibrasi / bergetar. Benda yang kita lihat berbentuk padat (materi) sebenarnya pada tingkat Quantum adalah suatu impuls energi yang bergetar secara konstan. Dan segala sesuatu di alam semesta ini memiliki getaran frekuensi yang bervariasi, dari geratan terendah yang disebut benda sampai getaran tertinggi yang disebut cahaya.
Pikiran dan terasaan adalah salah satu bentuk energi yang paling kuat yang bergetar dengan frekuensi yang sangat tinggi. Pikiran dan perasaan tidak hanya dapat menembus benda padat tetapi juga ruang dan waktu. Setiap getaran pikiran dan perasaan yang menyatu menjadi sebuah getaran keyakinan akan menciptakan getaran yang teramat kuat dan impuls energi yang sangat kuat tersebut ke luar menuju makrokosmos serta terekam di sana untuk selamanya.
Untuk itu, hati-hatilah dengan pikiran, perasaan, dan keyakinan Anda yang Anda pancarkan ke makrokosmos, karena getaran itu akan kembali ke dalam diri Anda sendiri dalam bentuk yang sama.Getaran positif akan kembali positif, getaran negatif akan kembali negatif.
1. HUKUM VIBRASI (GETARAN)
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan medan energi elektromagnetik yang bervibrasi / bergetar. Benda yang kita lihat berbentuk padat (materi) sebenarnya pada tingkat Quantum adalah suatu impuls energi yang bergetar secara konstan. Dan segala sesuatu di alam semesta ini memiliki getaran frekuensi yang bervariasi, dari geratan terendah yang disebut benda sampai getaran tertinggi yang disebut cahaya.
Pikiran dan terasaan adalah salah satu bentuk energi yang paling kuat yang bergetar dengan frekuensi yang sangat tinggi. Pikiran dan perasaan tidak hanya dapat menembus benda padat tetapi juga ruang dan waktu. Setiap getaran pikiran dan perasaan yang menyatu menjadi sebuah getaran keyakinan akan menciptakan getaran yang teramat kuat dan impuls energi yang sangat kuat tersebut ke luar menuju makrokosmos serta terekam di sana untuk selamanya.
Untuk itu, hati-hatilah dengan pikiran, perasaan, dan keyakinan Anda yang Anda pancarkan ke makrokosmos, karena getaran itu akan kembali ke dalam diri Anda sendiri dalam bentuk yang sama.Getaran positif akan kembali positif, getaran negatif akan kembali negatif.
Sadarilah bahwa Anda adalah pikiran, perasaan dan keyakinan Anda. Kemana pikiran, perasaan, dan keyakinan Anda pergi ke situ pulalah Anda. Dan ketertarikan Anda pada sesuatu, akan menarik sesuatu itu ke alam nyata.
2. HUKUM TARIK MENARIK.
Hukum ini menyatakan bahwa benda atau sesuatu memiliki getaran sama akan saling tarik menarik. Dan benda atau sesuatu yang memiliki getaran frekuaensi berbeda akan saling tolak menolak. Pada intinya hukum ini menyatakan : Apa yang Anda pikirkan, Anda rasakan, dan Anda yakini itulah yang Anda hasilkan. Ketika Anda memikirkan hal-hal yang positif, Anda akan menarik orang-orang dan keadaan positif kepada diri Anda. Sebaliknya, ketika Anda memikirkan hal-hal yang negatif, maka secara otomatis Anda pun menarik orang-orang dan keadaan negatif kepada diri Anda. Sesuatu selalu menarik sesuatu yang lain, yang sama dengan dirinya. Air akan menarik air, minyak akan menarik minyak. Air tidak akan menarik minyak karena berbeda.
Pikiran Anda dapat menarik impian-impian atau ketakutan-ketakutan Anda. Jika Anda memikirkan impian Anda, Anda akan menarik impian itu ke alam nyata. Jika Anda memikirkan ketakutan-ketakutan Anda, Anda akan menarik benda atau sesuatu yang Anda takutkan ke alam nyata. Jika Anda memusatkan pikiran Anda pada sesuatu yang tidak Anda inginkan, Anda akan bergerak ke arah itu. Jika Anda memikirkan pada yang benar-benar Anda inginkan, Anda pun akan bergerak ke arah itu.
Dengan hukum ini pula, Anda dapat menolak hal-hal yang negatif dengan berpikir, berperasaan, dan berkeyakinan yang positif.
3. HUKUM HARMONI.
Hukum ini menyatakan bahwa alam semesta dan segala kehidupan di atasnya diciptakan Allah dalam keadaan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun. Ibarat orkestra, alam semesta merupakan orkes simfoni besar yang harmonis. Bumi selalu mengikuti garis edarnya mengelilingi matahari, demikian pula planet-plenet lainnya. Garis edar ini tidak ditentukan oleh planet mana yang lebih kuat dan mana yang lebih lemah.Masing-masing memiliki energinya sendiri dan saling tarik menarik sehingga planet-plenet tersebut tetap bertahan menggantung di alam semesta yang membentuk garis edar, masing-masing planet menentukan planet lainnya sekecil apa pun energinya. Dan setiap materi yang ada di alam semesta ini memiliki energi sendiri dan bergerak menurut hukum mutlak Ilahi. Tidak ada yang satu lebih penting dari yang lain, semua berjalan dengan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing membentuk satu kesatuan yang padu dan harmonis.
Hukum ini menyatakan bahwa alam semesta dan segala kehidupan di atasnya diciptakan Allah dalam keadaan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun. Ibarat orkestra, alam semesta merupakan orkes simfoni besar yang harmonis. Bumi selalu mengikuti garis edarnya mengelilingi matahari, demikian pula planet-plenet lainnya. Garis edar ini tidak ditentukan oleh planet mana yang lebih kuat dan mana yang lebih lemah.Masing-masing memiliki energinya sendiri dan saling tarik menarik sehingga planet-plenet tersebut tetap bertahan menggantung di alam semesta yang membentuk garis edar, masing-masing planet menentukan planet lainnya sekecil apa pun energinya. Dan setiap materi yang ada di alam semesta ini memiliki energi sendiri dan bergerak menurut hukum mutlak Ilahi. Tidak ada yang satu lebih penting dari yang lain, semua berjalan dengan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing membentuk satu kesatuan yang padu dan harmonis.
Dengan mentaati dan menjalankan hukum harmoni kehidupan, kita akan benar-benar merasakan anugerah Ilahi yang tak ternilai, sebab hukum harmoni dalam penerapannya tidak mengenal konsep saling mengungguli, merasa paling, dan terlalu. Sikap persaingan atau berusaha menang dari yang lain, merasa diri lebih baik dari yang lain, serta sikap terlalu merupakan pengingkaran dari hukum ini, sehingga orang yang selalu bersaing, dan berusaha menang dari yang lain hidupnya tidak akan tenang dan tidak pernah menjadi pemenang dalam arti yang sebenarnya. Orang-orang yang merasa dirinya paling akan menjadi sombong dan dijauhi banyak orang. Dan orang yang terlalu akan selalu pada tempat yang dirugikan.
Intinya : Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
4. HUKUM PERUBAHAN.
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu adalah energi yang selalu bergerak dan berubah dari satu bentuk ke bentuk lainya dalam perubahan yang konstan dan tidak pernah diam. Intinya segala sesuatu yang mengada selalu mengalami perubahan.
Hukum ini menuntut kita untuk selalu berubah dari waktu ke waktu, dari tempat yang tidak kita sukai ke tempat yang menyenangkan, dari keadaan yang tidak kita inginkan ke keadaan lain yang benar-benar kita inginkan. Karena perubahan adalah sesuatu yang normal. Dan setiap perubahan menuntut kita untuk selalu optimis, dinamis, aktif, kreatif, inovatif, dan produktif.
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu adalah energi yang selalu bergerak dan berubah dari satu bentuk ke bentuk lainya dalam perubahan yang konstan dan tidak pernah diam. Intinya segala sesuatu yang mengada selalu mengalami perubahan.
Hukum ini menuntut kita untuk selalu berubah dari waktu ke waktu, dari tempat yang tidak kita sukai ke tempat yang menyenangkan, dari keadaan yang tidak kita inginkan ke keadaan lain yang benar-benar kita inginkan. Karena perubahan adalah sesuatu yang normal. Dan setiap perubahan menuntut kita untuk selalu optimis, dinamis, aktif, kreatif, inovatif, dan produktif.
Bentuk pengingkaran dari hukum ini adalah kemandekan akibat dari pola pikir yang picik, melingkar,dan monoton. Untuk itu ubahlah pola pikir, sikap, dan tindakan Anda yang salah, maka dapat dipastikan perubahan akan terjadi dalam kehidupan Anda.
5. HUKUM POLARITAS.
Hukum ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun tanpa ada kebalikannya, dan kebalikan itu semata-mata manifestasi yang berbeda dari hal yang sama. Jika ada laki-laki pasti ada perempuan, dan disetiap diri laki-laki ada unsur perempaun, dan disetiap diri perempuan ada unsur laki-laki. Jika kebencian ada di dalam diri Anda, di dalam diri Anda pasti juga ada cinta. Jika Anda merasa potensi Anda rendah, potensi tinggi pun juga ada dalam diri Anda. Jika Anda menemukan kegagalan dalam usaha Anda, pasti ada benih keberhasilan di dalamnya. Jika Anda menemukan kesulitan, pasti ada kemudahan dalam kesulitan itu. Di dalam kekayaan ada kemiskinan, di dalam kemiskinan ada kekayaan. Di dalam kebodohan ada kepandaian, di dalam kepandaian ada kebodohan. Di dalam kekurangan ada kelebihan, di dalam kelebihan ada kekurangan.
Hukum ini menuntut kita untuk menghargai perbedaan, karena keberbedaan adalah fitrah Ilahi yang menunjukkan betapa kreatifnya Allah dalam penciptaan. Dengan memahami keberbedaan yang merupakan manifestasi dari hal yang sama, maka kita akan saling menghargai, saling mengisi, saling membutuhkan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermartabat.
6. HUKUM KEBEBASAN KETIDAKMELEKATAN.
Hukum ini menyatakan bahwa kita diberi kebebasan oleh Allah sebanyak yang bisa kita ungkapkan tetapi tidak diperkenankan melekat kecuali kepada-Nya. Kita bebas berpikir, bersikap, bertindak, dan memilih apa pun yang kita pilih, tetapi ketika kita melekat maka ia akan menjauh. Karena kebebasan di dunia ini hanyalah semu dan tidak melekat. Kenikmatan pun tidak melekat, buktinya soto yang kita rasakan nikmat pada mangkok pertama akan berubah rasanya pada mangkok kedua dan ketiga. Anda bebas mencari popularitas yang Anda anggap bisa membahagiakan hidup Anda, tetapi ketika Anda semakin melekat pada popularitas Anda, maka kebahagiaan Anda akan menghilang. Anda pun bebas memiliki kelimpahan uang dan harta benda, tetapi ketika Anda melekat pada uang dan harta benda Anda, maka kebahagiaan Anda akan sirna. Anda juga bebas mencintai apa pun dan siapa pun, tetapi ketika kecintaan Anda melekat maka kebebasan cinta Anda akan berubah menjadi kebencian.
Hukum ini menyatakan bahwa kita diberi kebebasan oleh Allah sebanyak yang bisa kita ungkapkan tetapi tidak diperkenankan melekat kecuali kepada-Nya. Kita bebas berpikir, bersikap, bertindak, dan memilih apa pun yang kita pilih, tetapi ketika kita melekat maka ia akan menjauh. Karena kebebasan di dunia ini hanyalah semu dan tidak melekat. Kenikmatan pun tidak melekat, buktinya soto yang kita rasakan nikmat pada mangkok pertama akan berubah rasanya pada mangkok kedua dan ketiga. Anda bebas mencari popularitas yang Anda anggap bisa membahagiakan hidup Anda, tetapi ketika Anda semakin melekat pada popularitas Anda, maka kebahagiaan Anda akan menghilang. Anda pun bebas memiliki kelimpahan uang dan harta benda, tetapi ketika Anda melekat pada uang dan harta benda Anda, maka kebahagiaan Anda akan sirna. Anda juga bebas mencintai apa pun dan siapa pun, tetapi ketika kecintaan Anda melekat maka kebebasan cinta Anda akan berubah menjadi kebencian.
Inti hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki kebasan sempurna, sehingga apabila kebe- basan itu direnggut dengan kemelekatan, maka kebebasan ketidakmelekatanlah yang akan menampakkan eksistensinya. Jika Anda berlari mengejar dunia, maka dunia akan meninggalkan Anda. Jika Anda berlari ke arah Allah, maka dunia akan mengejar Anda.
7. HUKUM SEBAB AKIBAT
Hukum ini menyatakan bahwa setiap sebab pasti ada akibatnya, dan setiap akibat pasti ada sebabnya. Segala sesuatu yang merupakan sebab sebenarnya adalah akibat dari sesuatu yang ada sebelumnya. Dan akibat tersebut menjadi sebab dari sesuatu yang lain, sehingga tidak mungkin memulai rangkaian yang baru, karena pada hakekatnya alam semesta ini merupakan lingkaran mata rantai sebab akibat dari awal penciptaannya sampai semesta ini berakhir.
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam semesta ini karena kebetulan. Jika Anda berhasil, pasti ada sebab yang menyebabkan Anda berhasil. Jika Anda gagal, pasti ada sebab yang membuat Anda gagal. Jika Anda sakit, carilah sebabnya dan obatilah, maka Anda akan sembuh dan sehat kembali, kecuali jika takdir kematian telah ditentukan. Jika Anda gagal, carilah penyebab kegagalan Anda dan perbaikilah, maka Anda pasti sukses. Jika Anda tidak bahagia, carilah penyebab ketidakbahagiaan Anda lalu perbaikilah, maka Anda pasti bahagia. Jika cinta kasih dalam rumah tangga Anda mulai retak, carilah penyebabnya dan perbaikilah, maka cinta kasih dan keharmonisan rumah tangga Anda pasti utuh kembali. Jika Anda mendapat masalah, carilah sumber masalahnya dan atasilah, maka Anda pasti terbebas dari masalah Anda.
8. HUKUM KOMPENSASI
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu pasti mendapat upah yang adil dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menyembunyikan diri dari hukum ini, secara positif atau pun negatif. Apa pun yang Anda tabur, itulah yang akan Anda tuai. Jika Anda memberi banyak, maka Anda akan memperoleh banyak. Anda tidak akan mendapatkan sesuatu selain dari apa yang Anda berikan. Anda tidak akan memanen padi dengan menanam jagung. Anda tidak akan menuai intan dengan menebar batu karang.
Seperti apa yang Anda berikan, demikian juga yang Anda terima. Jika Anda ingin dicintai dan dihormati orang lain, Anda harus mau membayarnya dengan mencintai dan menghormati orang lain. Jika Anda ingin sehat, Anda harus mau membayarnya dengan memberi fisik Anda makanan yang sehat, berpola pikir, dan berpola hidup sehat. Jika Anda menginginkan akal intelektual, mental, dan spiritual Anda berkembang sesuai dengan manfaat yang Anda kehendaki, maka Anda pun harus mau menginvestasikan waktu Anda untuk banyak membaca dan belajar memahami makna hidup yang hakiki.
Hukum ini menuntut kita untuk bersedia memberi padanan yang adil dari sesuatu yang hendak kita peroleh. Di dunia ini tidak ada sesuatu yang dapat kita peroleh dengan gratis. Jika Anda menginginkan uang Rp 1000,- Anda cukup menadahkan tangan kepada orang yang Anda anggap mampu. Tetapi jika Anda menginginkan uang 1 juta rupiah, Anda tidak cukup menadahkan tangan melainkan harus memberi padanan yang sama dengan tindakan yang tepat untuk memperolehnya. Itulah keadilan hukum kompensasi.
9. HUKUM IRAMA
Hukum ini menyatakan bahwa energi di alam semesta ini berirama yang mengalir dalam satu tarian, bergoyang, berayun bolak-balik. Ketika benda itu berayun ke kanan, pasti benda itu akan berayun ke kiri. Ketika air laut itu pasang, pasti air itu akan surut. Matahari terbit, matahari pun pasti akan terbenam. Musim datang silih berganti. Bahkan suasana hati kita dan tingkat kesadaran kita pun berubah-ubah. Intelektual, emosional, spiritual, dan fisik kita pun naik turun, kadang kuat kadang melemah. Hal itu merupakan siklus yang tampak acak namun sebenarnya memiliki pola dan irama yang sangat teratur.
Dengan memahami hukum ini, maka kita dapat menempatkan diri kita pada tempat dan waktu yang tepat, kapan kita menari dengan irama yang tepat. Kita dapat meramalkan kemajuan dan kemunduran kita. Ketika kita berada di puncak, maka kita akan menyadari bahwa kita akan berbalik arah menurun, dan begitu pula sebaliknya. Jika fisik kita banyak kita gunakan untuk aktifitas, maka fisik kita pun butuh istirahat, dan begitu pula sebaliknya, ketika fisik kita terlalu banyak diistirahatkan, maka fisik kita akan terasa amat lelah karena fisik kita butuh aktifitas.
Hukum ini akan terus bekerja kepada Anda siang-malam, mulai dari Anda bangun tidur sampai Anda tidur kembali, baik Anda sadari atau tidak. Ketika Anda memahaminya, maka Anda akan memiliki perasaan atau intuisi, apakah ini waktu yang tepat untuk bertindak atau duduk diam menunggu. Bahkan Anda pun akan semakin cerdik dalam menilai situasi dan mengetahui apa yang yang harus Anda lakukan.
10. HUKUM RELATIVITAS.
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu dalam dunia materi kita akan menjadi nyata ketika kita menghubungkannya dengan hal lainnya. Senang akan menjadi nyata jika kita menghubungkannya dengan sedih. Derita hanya ada jika kita menghubungkannya dengan bahagia. Sehat akan menjadi berharga jika kita menghubungkannya dengan sakit. Dan begitu seterusnya.
Hubungan adalah segalanya, dan segala sesuatu ada karena hubungan. Karena pada kenyataannya, segala sesuatu dalam kehidupan ini hanyalah apa adanya, kecuali jika kita menghubungkan atau membandingkan dengan sesuatu yang lain. Kita tidak akan menjadi orang yang paling menderita jika kita tidak membandingkan dengan kebahagiaan orang lain. Kita tidak akan disebut orang sukses jika tidak dibandingkan dengan orang gagal.
Hukum ini menuntut Anda, bagaimana Anda memilih untuk membandingkan diri Anda sendiri dan keberhasilan Anda juga menarik Anda ke atas atau menahan Anda ke bawah. Ketika Anda menghubungkan atau membandingkan diri Anda dengan seseorang atau sesuatu yang ada di bawah Anda, jadikan perbandingan itu untuk mensyukuri nikmat Anda, bukannya menjadikan Anda sombong. Jika Anda membandingkan diri dengan seseorang yang telah berada di atas Anda, jadikan perbandingan itu sebagai daya dorong untuk lebih maju dan sukses, bukannya menjadikan Anda iri dan dengki atau menjadikan rendah diri.
11. HUKUM PENCIPTAAN
Hukum ini menyatakan bahwa sesuatu yang mewujud berasal dari sesuatu yang tak tampak sebelumnya. Sesuatu yang baru hanyalah perubahan dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya, sehingga tidak ada sesuatu pun yang perlu diciptakan atau dihilangkan, karena semua materi awal pembentuk sesuatu itu telah diciptakan Allah Yang Maha Pencipta. Yang terjadi di dunia ini adalah perubahan bentuk untuk menciptakan kembali dirinya sendiri sebagaimana seorang bayi terlahir sebab bertemunya sel sperma ayah dan sel telur ibu yang berubah bentuk dan menciptakan dirinya sendiri.
Hukum penciptaan ini pun menyatakan bahwa perubahan bentuk segala sesuatu memiliki masa inkubasi atau masa pertumbuhan. Seorang bayi memerlukan waktu sembilan bulan untuk terlahir normal. Aneka flora dan fauna masing-masing memiliki masa pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Penerapan hukum ini dalam keberhasilan Anda adalah bahwa semua keberhasilan yang Anda inginkan dalam hidup ini sudah ada. Mungkin saat ini masih dalam bentuk yang berbeda, tetapi sudah ada. Tidak ada yang perlu Anda ciptakan, karena semua materi dasar sudah diciptakan Allah kepada Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah mencapainya dan mewujudkannya.
Hukum ini pun menuntut Anda untuk menyadari bahwa Anda sebagai makhluk spiritual, sesungguhnya dunia fisik yang Anda alami hanyalah bagian kecil dari keberadaan Anda. Untuk itu, agar Anda berhasil dan tetap berhasil, Anda harus tetap berhubungan dengan sumber dari semua keberhasilan, yaitu Allah Maha Pencipta. Anda harus memiliki keyakina terhadap kenyataan yang tak terlihat ini, karena keyakinan yang sejati adalah kemampuan untuk percaya dan mempercayai yang tak terlihat. Karena segala sesuatu memiliki masa pertumbuhan, namun Anda tidak selalu mengetahui berapa lama masa pertumbuhan sesuatu yang tak terlihat atau non fisik. Pada tingkat fisik Anda mengetahui, bahwa memerlukan waktu sembilan bulan untuk mengandung seorang bayi, sehingga Anda tidak mungkin mendatangi seorang ibu yang baru hamil pada bulan kedua dan menuntut bayi darinya. Namun saat kita bekerja pada tingkat non fisik kita sering mengeluh dan menuntut keterwujudannya sebelum waktunya, karena kita tidak memiliki pengetahuan yang pasti di dunia non fisik dibandingkan dengan dunia fisik. Sehingga banyak orang yang gagal dalam hidupnya karena menyerah tepat ketika keberhasilan hampir mewujud. Mereka telah menanam benih keberhasilan, mereka menunggu benih itu tumbuh, tetapi ketika benih itu hampir tumbuh, mereka kehilangan kesabaran sehingga keyainannya berubah bahwa benih itu tidak tumbuh. Mereka menyerah dan membuang kesempatan untuk memperoleh keberhasilan yang benar-benar mereka inginkan.
Untuk itu, tanamlah benih keberhasilan keinginan Anda, lalu milikilah keyakinan yang kuat dan tunggu keterwujudannya. Yakinlah, apa pun yang Anda cari juga sedang mencari Anda. Jangan pernah berpaling, dan meninggalkannya.
12. HUKUM KEULETAN
Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini bersifat lentur dan ulet sehingga di alam ini tidak ada sesuatu yang tidak dapat dilawan atau tidak ada benda yang tidak dapat digerakkan. Pohon tua yang kaku sering kalah kuat dengan pohon muda yang lentur dan ulet pada waktu ada angin kencang. Pohon melenturkan dirinya untuk menghindari patah.
Banyak diantara kita yang menginginkan sukses disegala aspek kehidupan namun mudah patah semangat saat menghadapi hambatan dan tantangan. Perlu disadari bahwa kita akan selalu memiliki tantangan, dan bahwa kita akan menemukan kekuatan terbesar kita ketika kita benar-benar berkomitmen pada serangkaian tindakan dan berpegang kepadanya. Tantangan adalah guru kita yang paling hebat. Kita menemukan keberanian baru dalam mengatasinya dan memepelajari pelajaran yang ditawarkan tantangan. Dan pada hakekatnya, manusia tidak dapat dikalahkan oleh apa pun diluar dirinya, sampai ia menyerah kalah pada dirinya sendiri. Jika kita menyerah, berarti kita telah menyerahkan diri kita pada kegagalan dan kekalahan.
Hukum ini menuntut kita untuk selalu tanggap dalam segala sikap dan tindakan; lentur, fleksibel, toleran, gigih, dan ulet, sebab kekakuan dan fanatisme dalam sikap dan tindakan yang tidak tepat dapat menjadikan patah dan kerusakan. Namun sikap dan tindakan tersebut hendaknya tidak meninggalkan keuletan pada prinsip hidup yang Anda anut.
MEMBUAT HUKUM BEKERJA UNTUK ANDA
"..................... Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi keperluannya.............................. (Q.S. Ath-Thalaaq (65) : 2 - 3)
Hukum Mutlak Ilahi adalah hukum Allah yang berlaku di seluruh semesta-Nya dan harus dipatuhi semua makhluk ciptaan-Nya tidak terkecuali manusia. Sehingga barang siapa yang mematuhi (bertaqwa) serta berserah diri (bertawakal) kepada-Nya, maka Allah akan memberi jalan keluar dan mencukupi segala keperluannya dengan rizki yang tiada disangka-sangkanya.
Namun ironisnya, jika kita mencermati kehidupan disekitar kita atau kepada diri kita sendiri, masih banyak orang yang telah menjalankan perintah agama dengan patuh, namun merasa Tuhan tidak pernah berpihak kepadanya. Kehidupannya jauh dari keberuntungan, kesengsaraan datang bertubi-tubi silih berganti. Hal ini terjadi bukan karena Tuhan tidak berpihak kepadanya melainkan karena mereka tidak memahami hukum ini dan bagaimana hukum ini bekerja.
Dari dulu sampai sekarang, Kuasa dan Kehendak Tuhan tidak cukup dirayu dengan doa tanpa ikhtiar yang benar dan sesuai dengan hukum-Nya. Namun sebagian dari kita lebih suka memilih mendapatkan sesuatu yang mereka anggap baik dan benar dengan cara kekerasan dan pemaksaan. Bahkan kadang mereka memaksa Tuhan untuk melayaninya sesuka hatinya. Mereka menganggap Tuhan sebagai tukang sulap yang Maha Hebat yang akan memunculkan keajaiban-keajaiban seketika yang bertentangan dengan hukum-Nya tanpa kesungguhan ikhtiar hamba-Nya.
Mereka percaya agama mendukung mereka, mereka mengaku percaya terhadap ajaran-ajaran agama, dan mengaku percaya kepada Tuhan serta meminta agar Tuhan menolongnya, namun disisi yang lain mereka mengingkari-Nya, mengingkari hukum-hukum-Nya, mereka lebih sering tidak berhubungan dengan Tuhan dan menyingkirkan-Nya dari kesadaran mereka, karena terbukti tindakan sehari-hari mereka tidak mencerminkan kepercayaannya. Mereka mencari dan memohon kekuatan Tuhan pada saat membutuhkan, namun pada saat tidak membutuhkan mereka mencampakkan-Nya dari kesadaran mereka.
Perlu kita sadari, bahwa tindakan memaksa baik lahiriah maupun batiniah adalah suatu tindakan tercela dan dosa. Ketika saya memaksa Anda secara lahiriah untuk menyerahkan harta Anda, berarti saya merampok Anda. Begitu juga, jika saya memaksa Anda dengan kekuatan batin saya agar Anda menyerahkan harta Anda, saya pun merampok Anda.
Agar Hukum Mutlak Ilahi ini bekerja kepada Anda, Anda tidak perlu memaksa, melainkan dengan cara memahami hukum ini bekerja dan menyesuaikan diri dengan hukum tersebut dalam pola pikir dan tindakan, sehingga hukum tersebut akan bekerja kepada Anda dengan sendirinya.
SALAM BAHAGIA DAN SUKSES SELALU
( Silahkan tinggalkan komentar dan pertanyaan)
Makasih anda telah mencerahkan saya. Subhanallah
BalasHapus